Selasa, 21 Juni 2011

Analisis Bahasa SMS dalam Kalangan Remaja


“Analisis Bahasa SMS dalam Kalangan Remaja”

Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Dalam pemakaiannya bahasa Indonesia sangat beragam, keragaman tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Ragam bahasa menurut sarananya lazim dibagi atas ragam lisan dan ragam tulisan. Penggunaan bahasa secara tulisan perlu lebih cermat, hal ini karena pihak yang diajak komunikasi tidak berhadap-hadapan secara langsung. Untuk menjamin efektifnya penyampaian pesan, fungsi gramatikal seperti subjek, predikat, dan objek tidak dipergunakan lagi.

Berdasarkan kenyataan yang kita lihat sekarang dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), kata yang terdapat pada penulisan tidak lagi secara cermat, dengan kata lain sekehendak penulis. Hal ini disebabkan karena adanya teknologi, penggunaan telepon genggam atau handphone (hp) dalam lapisan masyarakat, lebih khususnya dalam kalangan remaja, lebih sering dimanfaatkan untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Di kalangan masyarakat sering kita dengar istilah “Gaul”. Terutama pada golongan remaja, mereka beranggapan bahwa kemajuan jaman adalah dunia yang lahir untuk mereka dengan sebutan modern segala hal. Tidak terkecuali kata yang digunakan baik pada penulisan bahasa SMS.
Penggunaan bahasa tulisan dalam telepon genggam atau handphone, atau lebih dikenal dengan short message service (sms), merupakan terobosan baru untuk menyampaikan pesan, informasi secara ringkas dan cepat. Dan bahasa yang digunakan dalam SMS itu pun tidak seperti penulisan bagaimana lazimnya berbahasa, Penulisan pesan melalui SMS ini cenderung diperpendek, terputus-putus, singkatan, penggunaan symbol, dan terdapat fungsi-fungsi kalimat yang dilesapkan. Akhirnya penggunaan titik (.) koma (,) tidak beraturan lagi seperti fungsinya dalam penulisan bahasa secara baik dan benar. khususnya di kalangan remaja yang lebih sering menggunakan bahasa tulis dalam SMS, dengan penyingkatan-penyingkatan kosakata. Penggunaan bahasa tulis dalam SMS oleh kalangan remaja cenderung memunculkan kosakata percakapan, contohnya : ” gmna kbarM ? kata yang benar seharusnya, ( bagaimana kabarmu?), misalnya lagi, “Askum met pge, seharusnya, (Assalamu’alaikum selamat pagi), gue akn krumah loe pge nie, seharusnya, ( aku akan ke rumah kamu pagi ini), dan lain sebagainya.
Begitulah bahasa yang sekarang menjadi trend tersendiri dalam kalangan remaja, khususnya dalam penggunaan SMS. Bahasa sekarang sudah terkena polusi, virus dan terkontaminasi yang pada gilirannya mendatangkan penyakit pada sistem berfikir individu maupun masyarakat. Kontaminasi virus pada bahasa dewasa ini semakin tidak karu-karuan dalam kebahasaan kita, terutama Dalam praktek keseharian atau bahasa tuturan.
Saya mendiagnosa beberapa kemungkinan latar belakang munculnya bahasa SMS adalah pertama, ekspansi bahasa teknologi yang semakin merajalela hingga efek negatifnya adalah terjadi suatu dekarakterisasi terhadap bahasa dari kebudayaan yang menerima objek ekspansinya. Kedua,terpengaruhnya bahasa dari budaya luar yang kebanyakan kalangan remaja menggunakan bahasa tersebut dalam betuk pengiriman pesan lewat SMS, yang menjadikan kebiasaan dalam kalangan remaja saat ini sehingga menjadi bahasa tutur dalam SMS. Seperti halnya pemikiran tokoh filsuf John L Austin mengenai tindak tutur berikut ini,
John L.Austin
John L. Austin dilahirkan di Lancaster pada tanggal 26 Maret 1911. John L. Austin seorang berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1929 memulai kuliah di jurusan Philologi Klasik di Shrewsbury. Kemudian ia menjadi pengajar di universitas tersebut, sebelum akhirnya harus pergi ke medan perang pada bagian spionase. Akan tetapi, pada tahun 1945 ia tidak lagi berkecimpung di dunia militer. Ia dikenal pertama-tama oleh masyarakat luas sebagai seorang filusuf. pada tahun 1955 disebut-sebut sebagai pemrakarsa teori tindak tutur melalui perkuliahan yang diberikannya. Pada tahun 1962, setelah kematiannya buku berjudul „How to Do Things with Words“ dipublikasikan. Austin merupakan salah seorang filsuf bahasa yang cermat dan teliti dalam membahas bahasa keseharian. Menurutnya dalam segala situasi ketika berbicara, dan berkomunikasi, baik melalui bahasa lisan maupun tulisan, tidak hanya mengucapkan sebuah kalimat tetapi juga melakukan tindakan. Austin menyebutkan bahwasanya pada saat seseorang melakukan sesuatu dia juga melakukan sesuatu.
Saya memakai tokoh Austin dalam analisis bahasa SMS yang saya gunakan, karena menurut saya bahasa SMS merupakan tindak tutur yang melalui tulisan. Seperti pemikiran Austin mengucapkan sesuatu adalah melakukan sesuatu. Tanpa kita sadari ketika kita membaca SMS, bahasa tubuh kita akan mengikuti apa yang kita baca tadi. Misalnya sms menyenangkan, saat membaca sms tersebut kita senyum-senyum sendiri, atau bahkan lompat-lompat kegirangan karena sangat senangnya, contohnya lagi, SMS yang menjengkelkan. Raut muka kita akan menampak’an kalau kita sedang tidak senang, atau membanting-banting benda, dan sebagainya saat kita lagi kesal saat membaca sms tersebut. Itulah tindakan yang tanpa kita sadari kita melakukan sesuatu saat kita mengucapkan sesuatu.
Austin juga sangat cermat dalam meneliti bahasa keseharian, misalnya Bahasa diatas, bahasa yang penuh dengan singkatan. Contohya, gmna kabarmu?, Bahasa yang benar adalah bagaimana kabarmu?.dan lain sebagainya. Jadi, bahasa SMS adalah tindak tutur juga, tetapi berbentuk tulisan, karena yang diajak berkomunikasi tidak berhadap-hadapan secara langsung.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar